Denpasar, 24 November 2025 – Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di bawah Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Kementerian Perindustrian RI, menyelenggarakan Workshop Peningkatan Literasi Digital bagi IKM Fesyen dan Kriya (LENTERA) sebagai upaya memperkuat kapasitas pelaku industri dalam menghadapi transformasi digital dan peningkatan daya saing sektor kreatif di Provinsi Bali.
Program ini merupakan tindak lanjut dari kebutuhan IKM fesyen dan kriya terhadap peningkatan keterampilan pemasaran digital. Berdasarkan survei yang dilakukan kepada beberapa IKM Bali di tahun 2025, diperoleh hasil bahwa IKM masih belum mengoptimalkan pemasaran digital. Digital marketing, analisis tren produk, serta personal branding menjadi tiga topik pelatihan yang paling dibutuhkan oleh pelaku IKM di Bali.
“Data BPS tahun 2023 mengungkap bahwa 77,60% pelaku IKM belum berani masuk ke penjualan digital, sebagian karena keterbatasan pengetahuan (28,96%), ketertarikan yang masih rendah (28,84%), atau alasan lain (18,04%). Angka-angka ini bukanlah hambatan, melainkan panggilan bagi kita semua untuk membuka ruang pembelajaran yang lebih luas. Dengan literasi digital yang kuat, IKM Indonesia dapat melangkah lebih jauh, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun global.” Ujar Ibu Reni Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka.
“Transformasi digital adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda bagi pelaku industri kreatif. Melalui program LENTERA, kami ingin memberikan pengetahuan dan keterampilan yang relevan agar IKM mampu bersaing lebih luas dan adaptif terhadap perubahan pasar,” ujar Dickie Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya dalam sambutan pembukaan.
Kegiatan yang berlokasi di Ruang Sabha Niti 1 diikuti oleh 60 IKM fesyen dan kriya dari berbagai kabupaten/kota di Bali. Workshop menghadirkan tiga narasumber yang terdiri dari akademisi (Universitas Udayana), brand owner (Panlandwoo), serta narasumber aparatur pendamping SIINas (Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar).
Selama satu hari penuh, peserta mendapatkan pembelajaran intensif, diskusi, serta praktik langsung untuk mengembangkan strategi pemasaran digital sesuai konteks usaha masing-masing. Program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan literasi digital dan membantu IKM memperluas pangsa pasar, baik secara regional maupun nasional.
“Kami berharap peserta dapat mengaplikasikan strategi yang dipelajari hari ini secara langsung pada bisnis mereka, meningkatkan visibilitas merek, serta memperkuat penjualan melalui kanal digital,” ujar Kafen salah satu narasumber yang turut mengisi sesi materi.
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi dan harapan agar ke depan LENTERA dapat menjadi program berkelanjutan yang menjangkau lebih banyak pelaku IKM. Melalui penyelenggaraan workshop ini, BPIFK menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemberdayaan IKM fesyen dan kriya di Indonesia, khususnya dalam memperkuat daya saing melalui inovasi, teknologi, dan kompetensi digital.