figure
tenant

BeriSinar

Christmastuti Nur

Jewelry for Home, alterasi peruntukan produk perhiasan dari tubuh menjadi perhiasan untuk hunian, tempat tinggal, atau tempat perisitirahatan. Konsep ini diwujudkan melalui desain lampu dekoratif bergaya kontemporer: BeriSinar, yang dapat digunakan untuk mendukung ambient lighting dalam suatu ruangan. Desain lampu ini terinspirasi dari Peksi Beri (Burung Beri) yang terdapat di Situs Manuk Beri Kotagede. Konon situs ini merupakan satu dari tiga belas situs pasiraman (pemandian) yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono ke II (1792-1810). Walaupun demikian, situs ini kurang mendapat perhatian dan tidak utuh lagi karena tergerus masa dan terkepung peradaban. Manuk Beri menjadi simbol yang dipilih karena mewakili gambaran kondisi kerajinan perak dan tanduk di Kotagede yang juga terlupakan dan terpinggirkan. Akan tetapi Manuk Beri bukan mencirikan Kotagede supaya banyak orang tidak memandang Kotagede dari segi ornamental belaka. Secara struktur, material produk BeriSinar terdiri dari tanduk sapi untuk merepresentasikan punggung sayap Manuk Beri, dan kawat tembaga dari daur ulang kabel listrik sebagai untuk merepresentasikan bulu sayap Manuk Beri. BeriSinar memanfaatkan karakter translusen dari material tanduk yang mengalami proses penipisan dan pemolesan. Karakter visual marbling coklat kehitaman pada tanduk turut mampu membuat sinar berpendar. Kombinasi bahan kawat tembaga dari bekas kabel, yang dirangkai menggunakan teknik filigree akan memberikan kilau kemewahan tersendiri di rumah. Pada bagian sayap BeriSinar, masing-masing menggunakan satu unit lampu LED dengan daya 4 Watt, sehingga keseluruhan daya adalah 8 Watt.

Secara historis, Kotagede merupakan kawasan kerajinan perak dan tanduk yang mencapai kejayaan di tahun 90-an, namun kini menurun karena secara desain dianggap tertinggal. Stigma negatif industri perak yang mencemari tanah dan sungai Gajahwong dengan limbah merkuri semakin memperpuruk keadaan. Meskipun sebenarnya limbah tersebut muncul akibat ekstraksi logam dan penerapan electroplating pada produk logam. Akibat kemunduran ini, semakin banyak perajin yang terpaksa alih usaha dengan berdagang, membuka warung makan, bahkan menjadi tukang parkir. Oleh karena itu, saya berinisiatif menggairahkan kembali industri kerajinan tersebut, tanpa menjual romantika Kotagede di masa lalu, tapi dengan mulai berempati pada lingkungan. Sebab, konflik pelestarian kerajinan lokal Kotagede selalu diperhadapkan pada degradasi mutu lingkungan hidup setempat. Melalui konsep desain Jewelry for Home pada produk BeriSinar, perajin yang selama ini membuat produk perhiasan untuk tubuh, beralih membuat perhiasan untuk hunian/tempat tinggal, karena sektor Home Décor memiliki pasar lebih luas. Tujuannya adalah serapan tenaga kerja kembali untuk menghidupi realita kehidupan perajin Kotagede. Dukungan terhadap lingkungan yang lebih bersih ditunjukkan dengan menggunakan material sisa yaitu tanduk dan tembaga hasil daur ulang kabel listrik tanpa electroplating. Pada tahap finishing, kawat tembaga dipoles menggunakan lerak untuk menggantikan air raksa (Hg) dan spray coating untuk mempertahankan warna. Harapannya, melalui produk ini, masyarakat luas dapat menghargai tradisi ketukangan masyarakat Kotagede bukan sebatas di permukaan.

Tahun:

Indonesia Fashion and Craft Awards 2024

Kategori:

Kriya

Alamat:

Petinggen TR II/1274 Karangwaru

Produk

BeriSinar

figure
figure