figure
tenant

Harmoni Tradisi dan Inovasi TerraDhātu

Fransisko Agung Aprilian

Konsep Desain: Harmoni Tradisi dan Inovasi Konsep desain ini berfokus pada penggabungan elemen tradisional dengan inovasi modern untuk menciptakan produk yang tidak hanya fungsional tetapi juga sarat dengan nilai budaya. Dalam konteks ini, desain akan melibatkan kolaborasi antara dua industri kerajinan (IKM) di Yogyakarta: pengrajin terracotta di Desa Wisata Gerabah Kasongan (Kariyo Ceramik milik Bu Marsinem) dan pengrajin logam di Kota Gede (Salim Silver Art milik Pak Salim). Produk yang dihasilkan adalah toples makanan yang memadukan bahan tanah liat dengan ukiran dari plat kuningan. Deskripsi Sketsa Gambar Perancangan Toples Makanan dari Tanah Liat: 1. Bentuk dan Struktur - Base (Dasar Toples): terinspirasi dari bentuk tenggok bambu yang digunakan untuk menyimpan hidangan pada tradisi kenduri, bentuk janur kuning pada acara pernikahan, dan bentuk dasar beberapa candi di Yogyakarta seperti Candi Ijo dan Candi Sambisari. Desain ini bertujuan untuk menciptakan koneksi emosional dengan masyarakat lokal dan wisatawan. -Tepian Terracotta: menggunakan teknik carving, yang biasanya digunakan untuk finishing pada material kayu, tetapi kali ini diterapkan pada tanah liat sebelum proses pembakaran. Teknik ini memberikan detail dan keunikan pada toples, memperlihatkan inovasi dalam penggunaan teknik tradisional pada material yang berbeda. 2. Motif dan Dekorasi Ukiran Plat Kuningan: -Motif pada Plat Kuningan: diadaptasi dari bentuk Plengkung Gading, salah satu bangunan Kraton Yogyakarta yang melambangkan perlindungan dan tidak adanya bahaya. Motif ini dipilih untuk memberikan pesan kedamaian dan keamanan bagi siapa pun yang menggunakan produk ini. -Dekorasi Tambahan: menggunakan elemen-elemen dekoratif dari budaya lokal Yogyakarta, seperti simbol-simbol tradisional yang umum ditemukan di arsitektur candi dan upacara adat. 3. Fungsi dan Makna -Toples Makanan: berfungsi sebagai wadah penyimpanan makanan yang tidak hanya fungsional tetapi juga dekoratif, cocok untuk digunakan sehari-hari maupun sebagai suvenir. -Simbol Toleransi dan Perdamaian: produk ini dirancang sebagai simbol toleransi dan damai bagi semua orang, mengingat keberagaman budaya dan agama di Indonesia. Desain yang mencakup elemen-elemen dari berbagai tradisi lokal diharapkan dapat memperkuat pesan ini.

Analisis Masalah Kehidupan Sosial dan Lingkungan: - Kehilangan Koneksi Budaya: beberapa masyarakat indonesia semakin terputus dari warisan budaya lokal mereka akibat peralihan ke gaya hidup modern. - Kurangnya Integrasi Sosial: keterbatasan interaksi dalam komunitas multikultural. - Dampak Konsumen: penurunan minat dan daya beli konsumen karna produk yang dihasilkan monoton. Penjelasan Konsep Desain Konsep Desain: “Harmoni Tradisi dan Inovasi TerraDhātu” Konsep ini menggabungkan elemen tradisional Yogyakarta dengan inovasi modern untuk memperkuat semangat komunitas dan penghargaan terhadap budaya lokal. Toples makanan dari terracotta dengan ukiran filigree kuningan dirancang untuk mencerminkan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan. Desain ini mengatasi masalah sosial dan lingkungan dengan merayakan warisan budaya lokal dan mempromosikan nilai-nilai toleransi, sambil memperkenalkan inovasi yang ramah lingkungan. Keunggulan Desain 1. Penghargaan Budaya:Memperlihatkan elemen budaya Yogyakarta dalam desain. 2. Inovasi Teknik: Menggunakan teknik carving pada tanah liat. 3. Simbol Toleransi: Motif melambangkan kedamaian dan perlindungan. Karakteristik Desain 1. Kombinasi Estetika: Menggabungkan tradisi dan inovasi. 2. Fungsional dan Dekoratif: Berfungsi sebagai wadah dan elemen dekoratif. 3. Sustainabilitas: Teknik ramah lingkungan dengan penggunaan bahan lokal. 4. Konektivitas Komunitas: Meningkatkan rasa kebersamaan dan konektivitas dalam komunitas.

Tahun:

Indonesia Fashion and Craft Awards 2024

Kategori:

Kriya

Alamat:

PTPN 7 Gunung Dempo, Pagar Alam

Produk

Harmoni Tradisi dan Inovasi TerraDhātu

figure
figure