Konsep perancangan produk ini adalah mengolah dan mengembangkan produk aksesoris fashion butik Shaffani dengan kain perca sisa produksi. Mengaplikasikan teknik patchwork motif kawung picis dan sulam ke dalam produk hobo bag yang nyaman digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Menggunakan pendekatan sustainability dimana semua proses produksi memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan, seperti menggunakan bahan utama dari limbah produksi konveksi. Guna mempromosikan kesadaran akan keberlanjutan dalam industri fashion melalui desain hobo bag yang dihasilkan.
Banyak diketahui usaha konveksi pasti mengeluarkan jumlah kain perca yang cukup banyak apabila dibiarkan. Butik Shaffani menghasilkan 5-10 kg kain perca per bulan dari produksi sehari-hari. Produksi ini meliputi penjualan busana dalam butik dan juga menerima jasa jahit. Kain perca ini dibiarkan begitu saja dan tidak ada sistem pengolahan, bahkan jika sudah menumpuk kain perca akan dibuang. Banyaknya kain perca yang terkumpul, pemilik butik Shaffani memaparkan bila diperlukan suatu pengembangan produk berupa aksesoris fashion guna meningkatkan value produk sehingga dapat menunjang pelengkap busana yang ada di dalam butik. Perlu diketahui apa jenis produk yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen butik Shaffani. Berdasarkan kuesioner yang disebar dapat disimpulkan bahwa banyaknya konsumen butik adalah perempuan yang berkisar usia 18 hingga 40 tahun, dan membutuhkan suatu produk pelengkap busana berupa tas yang dapat digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Tas yang menjadi pilihan utama oleh konsumen butik Shaffani adalah hobo bag, dimana hobo bag menghasilkan kesan casual namun tetap unik ketika digunakan.
Indonesia Fashion and Craft Awards 2024
Fesyen
Jl. Bone Utama No.11 Banyuanyar Surakarta
Produk