Konsep rancangan ini akan difokuskan pada pengolahan potongan kulit sapi sisa produksi yang ada di mitra usaha yaitu Kerajinan Kulit Solo, untuk menjadi bentuk solusi dari permasalahan dengan inovasi desain yang dapat bersaing pada pasar. Berbagai ukuran potongan, baik sedang maupun kecil, akan dioptimalkan menggunakan teknik interlocking modular. Komponen modul yang dirancang berbentuk geometris dengan material kulit sapi akan disusun menggunakan sistem penguncian (interlocking) yang memungkinkan setiap bagian dapat saling terhubung tanpa jahitan. Penyusunan modul ini memungkinkan fleksibilitas dan akan menciptakan tekstur pada permukaan yang memberikan karakter unik serta menambah nilai estetis. Hasil dari penyusunan ini akan dijadikan sebagai struktur permukaan produk pelengkap mode berupa tas bahu yang telah melalui tahap pertimbangan baik dari segi ketersediaan bahan dan segi fungsional ketika menerapkan teknik interlocking modular. Tas bahu ini dirancang sepenuhnya menggunakan material sisa produksi, dengan fokus pada upcycling. Rancangan ini tidak hanya memperpanjang umur dari sisa produksi, tetapi juga mengurangi sisa produksi pada mitra dengan cara bijak, berkontribusi dalam mengurangi dampak pencemaran lingkungan serta menciptakan solusi yang berkelanjutan. Implementasi desain yang inovatif ini mencerminkan komitmen terhadap kreativitas dalam mengembangkan produk dengan nilai estetika dan fungsionalitas tinggi
Produk berbahan kulit sapi selalu menarik minat banyak orang dari masa ke masa. Hingga saat ini, banyak produsen menawarkan berbagai pilihan produk kulit untuk memenuhi permintaan pasar. Namun, produksi ini seringkali menghasilkan sisa material yang tidak lagi digunakan dan dimanfaatkan. Salah satu IKM di Surakarta yaitu Kerajinan Kulit Solo, menghadapi masalah serupa berupa limbah padat dengan beragam ukuran yang belum dimanfaatkan dengan optimal. Sisa produksi ini terus bertambah selama proses produksi dan berpotensi menjadi masalah lingkungan jika tidak diolah dengan tepat. Solusi yang tepat untuk mengoptimalkan potongan kulit sapi sisa produksi berukuran kecil adalah dengan menggunakan teknik interlocking modular. Teknik ini dapat menyesuaikan ukuran perca pada desain modul yang dibuat, sehingga dapat dijadikan struktur permukaan tas tanpa jahitan dan memungkinkan struktur tas dapat dibongkar pasang. Penggunaan dua jenis modul memungkinkan variasi hasil penyusunan modul berdasarkan bentuk desain dan ukuran yang digunakan. Produk ini dirancang dengan menggunakan material sisa produksi secara keseluruhan yang dapat memberikan nilai berkelanjutan. Upaya perancangan ini tidak hanya mengurangi limbah yang dihadapi oleh mitra produksi, tetapi juga menghasilkan produk ramah lingkungan dari segi bahan dan produksi.
Indonesia Fashion and Craft Awards 2024
Fesyen
Jl. Arjuna no.35 Banaran, Grogol, Sukoharjo
Produk