Desain ransel ini berkonsep pengolahan sisa bahan denim konveksi atau bahan denim yang sudah tidak terpakai lagi (baju dan celana jeans) dengan kombinasi kain tenun sumut (ulos sibolang) dilengkapi detail sulaman aplikasi kombinasi resleting (bekas) hasil stilasi ornamen sumut (batak Toba) menjadikmenjadi produk milineris yang modern, unik, timeless dan berdaya pakai maksimal. Dengan judul desai "Artata" Yang berarti Harta kita, kata ini yang menjadi salah satu insipirasi pada busana ini sebagai gambaran bahwa apapun yang kita miliki adalah harta kita, jadi jangan disia-siakan maka dimanfaatkan lagi.
Kain denim merupakan material yang populer digunakan sejak dulu hingga sekarang. Banyaknya pengguna produk denim di Indonesia menghasilkan sisa dan bekas kain denim yang seringkali dibuang, ditumpuk dan dibakar. Sisa kain denim dihasilkan dari usaha konveksi berbahan kain denim, jasa permak jeans, sedangkan bekas kain denim didapat dari pakaian berbahan denim bekas konsumsi perorangan yang dibuang begitu saja. Seringkali masyarakat enggan untuk mengelola kembali sisa dan bekas kain denim menjadi barang yang lebih bernilai guna. Kebiasaan membuang dan membakar membuat semakin banyaknya limbah dan sampah kain yang beredar dan polusi udara yang disebabkan dari asap efek pembakaran kain. Padahal apabila kain tersebut dimanfaatkan dengan baik, juga dapat mengurangi limbah dan sampah yang beredar dan sekaligus mendatangkan keuntungan materi bagi pengelolannya. Berlatar belakang dari permasalahan tersebut, saya terinsipasi mengembangkan ide untuk mengelolah sisa dan bekas kain denim, sehingga dapat membantu meresponi masalah limbah dan sampah kain denim
Indonesia Fashion and Craft Awards 2024
Fesyen
Jl. Sempurna Gg. Mawar 13
Produk