Lako Sun-Lounger adalah perpaduan sempurna antara keindahan tradisi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan gaya kontemporer masa kini. Produk ini mengintegrasikan elemen-elemen dari perahu, sasando, dan ti'ilangga, serta berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan melalui penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan dan teknik produksi yang bertanggung jawab. Perancangan furniture dengan karakter desain yang mengangkat keberagaman budaya Indonesia, tradisi, dan craftsmanship lokal menggunakan material rotan dalam konteks Sustainable Development Goals (SDGs) oleh United Nations bisa dilakukan melalui beberapa pendekatan. Ada beberapa tujuan dalam SDGs yang relevan dengan perancangan furniture berbasis budaya dan keberlanjutan, di antaranya: Goal 8: Decent Work and Economic Growth: Mengembangkan industri furniture yang berbasis rotan dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Goal 11: Sustainable Cities and Communities: Mempromosikan penggunaan material lokal dan desain yang mencerminkan budaya lokal dapat mendukung komunitas berkelanjutan. Goal 12: Responsible Consumption and Production: Mendorong penggunaan material ramah lingkungan seperti rotan, dan memastikan proses produksi yang berkelanjutan. Goal 13: Climate Action: Mengurangi jejak karbon dengan menggunakan material lokal dan metode produksi yang ramah lingkungan. Integrasi Keberagaman Budaya dalam Desain Inspirasi Bentuk dan Struktur. Ada 3 inspirasi utama dalam pengembangan desain Kea Sun Lounger yang diangkat dari kebudayaan Nusa Tenggara Timur, yaitu bentuk perahu tradisional NTT, Sasando (Alat Musik Tradisional NTT) dan Ti’I Langga (Topi tradisional Pulau Rote, NTT) Struktur sun lounger mengambil inspirasi dari bentuk perahu tradisional NTT. Garis-garis melengkung dan bentuk ramping menciptakan kesan aerodinamis dan elegan, seperti halnya perahu yang melaju di atas air. Selain itu, bagian tempat duduk dan sandaran memiliki bentuk melengkung yang mirip dengan lambung perahu, memberikan kenyamanan dan dukungan ergonomis bagi pengguna.
Di banyak lingkungan perkotaan dan perumahan, terdapat kekurangan ruang hijau yang nyaman dan terjangkau untuk bersantai, yang mempengaruhi kualitas hidup dan interaksi sosial. Selain itu, penggunaan bahan yang tidak ramah lingkungan dalam furnitur seringkali menambah masalah lingkungan, seperti peningkatan jejak karbon dan limbah. Kea Sun Lounger dirancang untuk mendukung "Neighbourhood Spirit" dengan menciptakan ruang bersantai yang nyaman dan estetis, yang mendorong interaksi sosial dan penghargaan terhadap keberagaman budaya. Desain ini terinspirasi oleh elemen budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) seperti bentuk perahu tradisional, Sasando, dan Ti’I Langga, menggabungkan elemen budaya lokal untuk memperkuat rasa komunitas dan keakraban. Mempunyai keunggulan desain kenyamanan dan ergonomi, estetika budaya, dan sustainabilitas. Kemudian degan karakteristik bentuk nya yang menyerupai perahu, desain nya yang multifungsi, dan menggunakan bahan ramah lingkungan
Indonesia Fashion and Craft Awards 2024
Kriya
jl. Musirin 1 no.28 rt.10 rw.02 Kedoya Selatan
Produk