figure
tenant

The Trashissue Bag

Ahda Yunia Sekar F

Berawal dari kesadaran yang timbul setelah melihat sampah kain yang berbentuk helaian dari salah satu vendor jahit di Bandung yang berjumlah cukup banyak sekitar satu karung setiap minggunya yang kemudian hanya berakhir sebagai lap, dibuang atau dibakar yang dapat menciptakan pencemaran udara. Dari limbah helaian yang tidak terolah tersebut saya melihat potensi apabila sifat helaiannya ini dapat dirakit kembali dan menjadi lembaran tekstil baru dengan mengaplikasikan cara yang sederhana. Dari situ saya mencoba mengumpulkan limbah helaian kain yang kemudian dikelompokan berdasarkan warna dan saya coba merakitnya kebali dengan teknik reka rakit. Beberapa teknik dicoba seperti anayaman dan tapestry tetapi teknik yang paling optimal adalah chrocet/merenda karena lebih efisien alat dan waktu. Dengan teknik crochet dapat dirangkai kurang lebih 500 gram limbah helaian kain menjadi 1 tas kecil dalam waktu kurang lebih 2 jam intens. Dari situ saya berpikirkan untuk dapat bekerja sama dengan para ibu-ibu pengrajin rajut yang terdapat di sentra rajut Binong, Bandung. Selain itu karena Chrocet terbilang teknik yang mudah dipelajari dan tidak membutuhkan alat yang sulit didapat, juga bisa dipelajari bleh ibu-ibu sehingga menciptakan lapangan kerja baru di lingkungan ibu- ibu rumah tangga untuk dapat memberikan penghasilan tambahan.

The Trashissue bag merupakan sebuah produk fashion yang terbuat dari limbah kain helaian yang dikumpulkan dari beberapa vendor konveksi di Bandung. Limbah kain helaian tersebut kemudian diolah dengan teknik sederhana yaitu crochet. Meskipun pengolahannya denan teknik sederhana tetapi tidak lepas dari kaidah desain sehingga dapat menciptakan aspek keindahan. Melalui Trashissue bag diharapkan dapat menjadi salah satu produk recycle pilihan yang estetik, tidak kalah fashionable dan bernilai jual lebih.

Tahun:

Indonesia Fashion and Craft Awards 2022

Kategori:

Fesyen

Alamat:

KAB. BANDUNG

Produk

The Trashissue Bag

figure
figure