figure
tenant

Ḍĕḍĕs

Kharisma Widya Kartika

Konsep desain: Inovasi dan Sustainability. Ḍĕḍĕs merupakan koleksi busana yang mengusung konsep storytelling through fashion, yakni koleksi busana berbentuk kebaya kontemporer dengan mengangkat desain motif bertema Indonesian culture melalui teknik batik tulis Lasem kontemporer. Yang mana, pada busana ini, mengangkat tema tokoh sejarah Ken Dedes, yang diterjemahkan dalam busana feminin x maskulin melalui pemilihan material dan bahan baku produk. Improvement yang dilakukan adalah pada desain busana dan pemilihan material produk, yakni melakukan perbaikan pada bawahan busana dan penggunaan kain saten pada atasan busana. Hal ini dilakukan setelah melakukan berbagai pertimbangan dan melihat dari hasil penciptaan prototype produk sebelumnya dan masih ditemukan kekurangan, sehingga perbaikan bertujuan supaya produk dapat berevolusi menjadi lebih baik.

Keragaman tradisi dan budaya yang dimiliki oleh Indonesia menjadi sebuah tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi muda. Berbagai daerah di Indonesia memiliki daya tarik dengan berbagai keunikan tersendiri dari segi tradisi, budaya, serta sejarahnya. Tetapi di sisi lain, hal tersebut juga dapat mengandung keteladanan yang dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari generasi penerus bangsa saat ini. Terlebih karena terdapat beberapa faktor yang menjadikan pelestarian tersebut menjadi hal mendesak yang harus mulai dicanangkan kembali, diantaranya adalah karena seringkali kebudayaan, tradisi, serta sejarah tidak terlalu mendapatkan banyak atensi dan justru mulai terlupakan, utamanya oleh masyarakat modern. Hal ini dikarenakan rendahnya rasa kepedulian mengenai pentingnya melestarikan kebudayaan, tradisi dan sejarah. Selain itu juga karena masuknya budaya modern dari luar yang mulai menggerus tradisi dan kebudayaan lokal. Banyak juga benda peninggalan sejarah yang justru dibawa dan ditempatkan di negara lain, sehingga akses kita menjadi lebih sempit. Akibatnya, justru banyak negara lain yang tertarik memelajari kebudayaan lokal, bahkan beberapa berusaha untuk ‘mencuri’ kebudayaan bangsa kita, sebagaimana pada kasus yang sudah-sudah. Maka dari itu, upaya pelestarian harus kembali digencarkan dengan mengikuti perkembangan zaman yang ada. Melalui hal tersebut, dapat disimpulkan bahwasannya terdapat peluang yang tergolong cukup besar dalam mengangkat keragaman tradisi, budaya, serta sejarah Nusantara ke dalam karya seni, hal ini juga seperti pepatah sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Pasalnya melalui kearifan lokal ini selain kita bisa memperkenalkan ke khalayak umum dalam bentuk sebuah karya seni, kearifan lokal ini juga seakan tidak akan pernah ada habisnya mengingat jumlahnya yang sangat beragam dan bervariatif. Menyikapi dari permasalahan yang telah dipaparkan, penulis tergerak untuk melakukan perancangan sebuah busana yang terinspirasi oleh keragaman tradisi, budaya, serta sejarah yang dimiliki oleh Indonesia, yakni mengkombinasikan teknik batik tulis Lasem kontemporer serta desain kebaya kontemporer yang dipadukan dengan beberapa unsur modern lainnya. Bagaimana batik tulis Lasem yang merupakan jenis batik pesisiran dengan corak yang khas dan kental akan aspek pesisiran sekaligus akulturasi dari beberapa budaya tersebut justru dituangkan ke dalam motif yang lebih kontemporer dan inovatif, yakni dengan menggambarkan visual yang terinspirasi dari tokoh sejarah Ken Dedes. Kemudian batik tersebut akan dituangkan pada sebuah busana ready to wear berupa kebaya kontemporer menggunakan bahan sutra yang dipadukan dengan rok dari bahan leather dan glossy pleate serta penggunaan kamisol berbahan tulle. Perancangan ini tentu saja tidak dapat direalisasikan tanpa bantuan para pekerja di bidang kreatif yang lebih ahli di bidangnya, misalnya para IKM dan artisan, dalam kasus ini misalnya adalah pengrajin batik maupun penjahit. Dalam menciptakan koleksi busana berjudul Ḍĕḍĕs ini, saya berkolaborasi dengan menggandeng pengrajin batik tulis serta penjahit rumahan yang saya anggap memiliki keahlian yang mumpuni dan mampu membantu saya dalam merealisasikan proyek tersebut. Kolaborasi ini juga merupakan salah satu bentuk nyata dari konsep tema Neighbourhood Spirit, dimana kita bergandengan tangan dan bahu membahu dalam menciptakan sebuah inovasi karya seni.

Tahun:

Indonesia Fashion and Craft Awards 2023

Kategori:

Fesyen

Alamat:

Ds. Kabongan Kidul RT 6/ RW 3, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Jawa Tengah, 59218

Produk

Ḍĕḍĕs

figure
figure