Produk tableware dari kombinasi dua material sisa yang sama-sama tidak bernilai lagi dan berasal dari Kotagede, Yogyakarta yaitu kulit telur puyuh dan tanduk kerbau. Bekerjasama dengan perajin tanduk terakhir di Kotagede yaitu Bapak Harto Mulyono. Produk yang dikembangkan adalah tableware set yang terdiri dari nampan, vas, coaster, dan tempat lilin. Produk didesain dengan inspirasi bangunan ikonik dari Kotagede yaitu makam raja-raja Mataram dengan karakter arsitektur yang geometris, berundak, dan bertekstur.
Pedagang kulit telur puyuh di Pasar Legi, Kotagede, Yogyakarta mengalami kesulitan membuang sampahnya sejak TPS Piyungan ditutup. Kulit telur puyuh memiliki keunikan visual yang berpeluang untuk dikombinasikan dengan material tanduk kerbau yang dikerjakan oleh perajin setempat karena menawarkan kebaruan material yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.
Indonesia Fashion and Craft Awards 2023
Kriya
Petinggen TR II/1274 Karangwaru Tegalrejo Yogyakarta
Produk