A. Konsep A.1. Personalized doll * Boneka kustom dengan wajah sendiri/ star idol * Mengusung konsep memorabilia menggunakan seragam sekolah dari pemesan A.2. Handmade dolls manufactures * Wajah boneka berkarakter Indonesia kulit hitam, sawo matang, putih. Dengan ukuran tubuh S, L, XXXL dan karakter upnormal * Konsep membangun realisme anak-anak dari kecil agar lebih percaya diri/ tidak insecure dengan apa yang ada dirinya karena menanamkan cantik tidak harus seperti barbie * Jika bosan boneka ini bisa di repaint B. Material * Material baju menggunakan perca baju seragam dan kain. Limbah ini tidak bisa dijual seperti layaknya baju thrift, dan tidak bisa dipakai layaknya baju harian. Bahkan tidak bisa untuk dijadikan keset/ lap * Rambut asli sisa potong salon C. Tehnik * Wajah dengan teknik print tekstil * Kain dicuci, diwarna ulang * Potongan kain digunakan untuk isi body * Rambut dijahit sesuai pola, kelebihannya rambut asli bisa dicatok, diwarna atau dikeriting
Dari penyediaan bahan mudah didapatkan karena limbah baju yang sudah tidak layak dipakai/ dijual/ dikasih orang biasanya hanya digunakan jadi keset saja. Bisa kita bayangkan berapa pelajar yang lulus setiap tahun dan bajunya menjadi limbah. Karena konsep baju seragam yang rata rata dengan kain tebal, murah, panas dan design yang tidak mengikuti fashion, baju bekasnya tidak bisa dipakai untuk harian. Permasalahannya pada sterilisasi baju ,pewarnaan kembali dan proses cuting yang bisa jadi lebih mahal daripada kita harus gunakan barang baru dan tentunya kan lebih lama prosesnya Masyarakat lebih antusias dengan produk impor yang lebih murah. Tidak ada dukungan orangtua untuk memilihkan mainan anak yang bijak. Misal dalam pemilihan boneka standart kulit putih, kurus dan rambut pirang, tidak sesuai realitas anak-anak Indonesia
Indonesia Fashion and Craft Awards 2023
Kriya
Jalan B. Tanah 80 no 14C RT 3 RW 08 Duren Sawit
Produk