Desain Rattanika dilatarbelakangi banyaknya limbah kulit rotan di Indonesia. Limbah ini berpotensi diolah menjadi material biokomposit yang dapat digunakan sebagai material produk jam tangan. Konsep desainnya ialah upcycling natural waste melalui pengolahan limbah kulit rotan menjadi biokomposit berpolimer resin sebagai material case jam tangan. Perbaikan desain dilakukan berdasarkan hasil wawancara 7 orang responden target pasar produk serta konsultasi dengan IKM Karafuru. 1.Perubahan dimensi: tebal case jam tangan dipertipis menjadi 12 mm, diameter jam tangan diperlebar menjadi 40 mm. Perbaikan dilakukan karena responden cenderung menyukai produk jam tangan yang tipis sebab menunjukkan kesan profesional dan dewasa. Penambahan diameter juga dilakukan untuk memberikan kesan ramping tanpa mengurangi visibilitas. 2.Perubahan dial: Desain awal jam tangan menggunakan dial 3 layer kemudian diubah menjadi 1 layer dengan grafir logotype Rattanika untuk mengurangi ketebalan case dan pertimbangan masukan responden untuk memberikan identitas brand supaya menimbulkan kebanggaan konsumen bahwa mereka berpartisipasi dalam upaya upcycling natural waste.
Desain jam tangan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya limbah rotan yang dihasilkan setiap panen rotan dilakukan di di Indonesia. Salah satu limbah yang dihasilkan ialah kulit rotan yang memiliki potensi untuk diolah menjadi material alternatif yang bernilai tinggi seperti biokomposit. Di sisi lain, tren pembuatan produk lifestyle menggunakan material alternatif seperti biokomposit mulai meningkat di Indonesia. Salah satu produk lifestyle yang mulai lazim diproduksi menggunakan material alternatif ialah jam tangan. Oleh karena itu, desain jam tangan bermerek Rattanika diciptakan dengan konsep upcycling yaitu peningkatan nilai limbah yakni kulit rotan agar lebih berdaya guna melalui pengolahan limbah kulit rotan menjadi biokomposit serat selulosa rotan dengan polimer resin yang diaplikasikan sebagai material produk case jam tangan. Proses pembuatan produk jam tangan menggunakan bahan biokomposit serat selulosa rotan ini dilakukan oleh tim desainer dan bisnis Rattanika yang bekerjasama dengan IKM Karafuru Art yang terletak di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Proses pembuatan material biokomposit dilakukan oleh tim desainer di Kota Malang. Kemudian bahan biokomposit yang telah jadi akan dikirimkan pada IKM Karafuru Art untuk diproses menjadi case jam tangan yang kemudian dilengkapi dengan rangkaian bagian lainnya menggunakan material lainnya. Desain jam tangan Rattanika diharapkan dapat membawa manfaat bagi petani rotan melalui proses upcycling limbah kulit rotan sehingga lebih berdaya guna dan dapat memberi manfaat baik ekonomis maupun non-ekonomis bagi IKM pengrajin jam tangan termasuk Karafuru Art.
Indonesia Fashion and Craft Awards 2023
Fesyen
Jalan Sumba 10, RT/RW: 005/003, Kelurahan Kasin
Produk