Sustainabilty dengan memanfaatkan limbah kayu bekas CNC dari pembuatan jam tangan kayu. Terinspirasi dari nasi kucing yang merupakan makanan khas yang sering dijumpai di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Bentuk dari masing-masing desain ini merupakan visualisasi bungkus nasi kucing yang sering dijumpai di penjual angkringan. Berdasarkan dari pengamatan, dijumpai bahwa ada perbedaan dari cara membungkus nasi kucing. Hal ini setelah diamati lebih lanjut, karena penjual angkringan memiliki kebiasaan membungkus yang berbeda antara penjual laki-laki dan perempuan. Penjual angkringan perempuan cenderung lebih rapi dan telaten dalam membungkus sehingga kerap dijumpai bentuknya seperti nasi bungkus pada umumnya. Sedangkan penjual angkringan laki-laki cenderung membungkus dengan cara yang lebih mudah dan sederhana. Value neigborhoodnya dari limbah sisa CNC body kayu Eboni mengangkat budaya angkringan dengan sego kucingnya yang memang asal aslinya dari Bayat, Klaten, tempat mitra berada.
Pembuatan jam tangan kayu kerap kali menyisakan kayu buangan bekas CNC. Kayu bekas ini memiliki bentuk persegi panjang dengan beberapa lubang dibagian tengah. Bentuk bulat ini dapat dimanfaatkan dan diaplikasikan menjadi barang yang memiliki nilai lebih. Pada desain ini dimanfaatkan menjadi handle tas. Hal ini mempertimbangkan kapasitas produksi dan ketersediaan kayu bekas. Sehingga digunakan potongan bekas kayu yang berukuran kecil agar dalam segi produksi tetap dapat berkelanjutan tanpa khawatir kehabisan stok bahan kayu bekas CNC. Sehubung dengan mitra EboniGo dibawah PT. EBoni Sri Gemahloji yang saat ini sedang mengembangkan produk baru dengan bahan kulit, hal ini akan sangat membantu dalam pengembangan produk kedepannya.
Indonesia Fashion and Craft Awards 2023
Fesyen
Kos Putri Az Zahra, Jl. Mijil, Sabrah, Buntalan, Kec. Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57419
Produk