Kata 'Kesengsem' berasal dari Bahasa Jawa yang artinya terpesona. Kami ingin produk 'Kesengsem' dapat membuat orang yang melihatnya jatuh hati dan senantiasa teringat dalam pikiran. 'Kesengsem' mengusung konsep upcycle dan zero waste. Penerapan konsep upcycle terdapat pada penggunaan kain perca yang merupakan limbah tekstil sebagai bahan baku. Pengolahan yang dilakukan terhadap limbah tekstil yaitu membuatnya menjadi patchwork sehingga memiliki nilai jual yang lebih. Sedangkan penerapan konsep zerowaste terdapat pada minimnya potongan kain pada saat memotong bahan. Produk 'Kesengsem' memiliki pola yang cuttingless, desain yang dihasilkan memiliki siluet lurus dan longgar ketika dikenakan. Penerapan kedua konsep ini adalah upaya untuk melestarikan lingkungan sekitar. Hal ini sesuai dengan tujuan dari penerapan SDGs nomor 12 yaitu, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Limbah tekstil merupakan limbah terbesar kedua di dunia setelah sampah plastik. Tidak bisa dipungkiri, bahwal limbah tekstil semakin meningkat setelah kemunculan industri fast fashion. Masalah limbah tekstil ini cukup kompleks. Limbah tekstil sendiri merupakan limbah anorganik yang mana tidak dapat terurai oleh alam. Limbah tekstil akan terus menumpuk apabila tidak ditangani dengan tepat. Dalam menangani masalah ini, diperlukan ide yang menarik dan kreatif. Patchwork merupakan salah satu cara pengolangan llimbah kain. Patchwork adalah penggabungan sisa sisa kain dalam pola tertentu yang dapat meningkatkan nilai dari limbah kain. Patchwork tergolong sebagai cara yang efektif dalam mengentas masalah limbah tekstil.
Indonesia Fashion and Craft Awards 2023
Fesyen
Jl Bandulan VI 820 Sukun Malang
Produk