Konsep desain ini menggabungkan upcycling dengan tema keberagaman (diversity). Motif dan warna yang beragam, diperoleh dari limbah kain tenun Troso Jepara dan limbah benang rajut dari IKM Rajut Binong, dipadukan dengan harmoni. Hasilnya adalah representasi visual yang mencerminkan keberagaman budaya dan kreativitas, tetap menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan lingkungan. Desain ini sejalan dengan tren mode 2023/2024 dari Indonesia Trend Forecasting Co-Exist, menggabungkan gaya hidup modern dan warisan budaya. Konsep desain ini tetap relevan dan dapat diperbarui, memungkinkan tampilan modis yang berkelas sambil melestarikan keberagaman tradisi Indonesia melalui mix pattern dari limbah kain tenun Troso Jepara. Produk ini mencakup puffer outer, quilted skirt, dan puffer quilt tote bag, semuanya terbuat dari limbah kain tenun Troso Jepara dari IKM Tenun Troso Jepara, serta limbah benang rajut dari IKM Rajut Binong. Teknik patchwork dan quilting memberikan sentuhan kreatif unik pada setiap komponen, menggabungkan potongan kain perca tenun Troso sesuai motif dan warna yang dipilih sesuai moodboard.
Dalam kehidupan sosial dan lingkungan saat ini, kita menghadapi tantangan serius terkait limbah tekstil dan pengelolaannya. Industri fashion memiliki dampak besar terhadap lingkungan melalui produksi berlebihan, penggunaan bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan, dan akhirnya, pembuangan limbah yang merusak. Sementara itu, di banyak daerah, terdapat industri kecil menengah seperti tenun dan rajut yang menghasilkan limbah berupa kain dan benang yang sering tidak dimanfaatkan dengan baik. Seperti limbah yang dihasilkan IKM Rajut Binong Jati yang terletak di Kota Bandung dan IKM Tenun Troso Jepara yang terletak di Kota Jepara. Limbah dari IKM tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik, untuk limbah rajut dari IKM Rajut Binong Jati tidak ada pemanfaatan lebih lanjut dan hanya dibuang begitu saja. Dari berbagai macam produk yang diproduksi di IKM Rajut Binong Jati, dihasilkan 2 jenis limbah, yaitu limbah berbentuk benang (benang wool, polyester, serta katun). Sementara itu, pada IKM Tenun Troso Jepara menghasilkan limbah berupa sisa kain perca tenun Troso yang pembuatannya masih menggunakan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Sayangnya, limbah ini seringkali tidak dimanfaatkan secara optimal, meskipun memiliki nilai tambah tinggi karena proses pembuatannya yang melibatkan tenaga manusia. Untuk limbah kain tenun yang berukuran lebar pada IKM tersebut memanfaatkannya dengan cara menjualnya kembali tanpa ada pemanfaatan lebih lanjut. Untuk itu diperlukan suatu upaya untuk memanfaatkannya supaya dapat meningkatkan nilai guna dari limbah kain tenun Troso tersebut. Masalah ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah benang rajut dan limbah kain perca tenun Troso belum optimal. Meskipun ketersediaannya melimpah, belum ada metode efektif yang digunakan untuk mengelola dan memanfaatkannya secara tepat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih baik untuk memaksimalkan potensi pemanfaatan dari kedua jenis limbah ini. Dengan demikian, peluang yang terbuka untuk mengintegrasikan limbah benang rajut dan limbah kain tenun Troso ke dalam produk fashion. Dalam desain produk fashion yang diusung, pemanfaatan limbah benang rajut direncanakan untuk menjadi bagian padded dari outer puffer. Sifat ringan dan bulky benang rajut sangat cocok untuk digunakan sebagai insulasi serta dapat memberikan rasa hangat pada outer puffer. Metode yang digunakan dalam pemanfaatan limbah benang rajut ini dibuat zero waste supaya dapat sepenuhnya terpakai tanpa khawatir untuk memilah berdasarkan warna, jenis dan ukuran benang. Sementara itu, limbah kain tenun Troso akan dimanfaatkan dengan teknik patchwork mix pattern untuk menciptakan variasi motif dan warna yang estetis pada produk. Untuk mengkombinasikan limbah rajut dan limbah kain tenun Troso menjadi suatu desain busana, dibuatlah desain busana dengan kombinasi teknik patchwork dan quilting dengan nuansa busana berkarakter bulky dan menggunakan insulasi/ padded dari benang rajut sehingga desain dapat memiliki karakteristik yang menghangatkan dan cocok digunakan untuk melindungi diri dari paparan angin dan suhu dingin, desain ini cocok digunakan untuk aktifitas berpergian di luar ruangan atau di pegunungan yang memiliki suhu dingin dan paparan angin di luar ruangan yang tidak menentu. Keunggulan desain ini terletak pada tiga aspek. Pertama, upcycling dengan pemanfaatan limbah benang rajut dari IKM Rajut Binong jati dan limbah kain tenun dari IKM Tenun Troso Jepara dengan membuat metode upcycling zero waste sehingga mengupayakan seluruh limbah dapat terpakai tanpa khawatir untuk memilah limbah, mengubah limbah menjadi produk fungsional yang memiliki nilai estetis tinggi. Kedua, dengan mengusung tema keberagaman, desain ini menggambarkan harmoni antara beragam warna dan motif, serta menggabungkan tradisi dari kain tenun Troso Jepara dengan tren modern. Ketiga, karakteristik desain yang bulky sehingga dapat memberikan fungsi menghangatkan dan dapat melindungi diri dari paparan angin sebagai busana.
Indonesia Fashion and Craft Awards 2023
Fesyen
Jl. Sunan Kalijogo No. 513 RT 005/ RW 001, Balong-Beran-Kab. Ngawi, Jawa Timur
Produk