figure
tenant

Re-do You

Zalfa Azmi

Mengingat limbah bubuk kopi memiliki potensi yang sangat besar untuk dimanfaatkan lebih lanjut, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Maka pada desain kali ini saya me-recycle limbah bubuk kopi yang dihasilkan dari coffeeshop serta limbah kayu yang tersisa dari IKM yang menjadi partner saya yaitu Eboni Watch. Makna sustainable pada produk ini mencangkup pemilihan dan pemanfaatan material (berusaha mengurangi limbah dari industri yang setiap harinya menghasilkan limbah atau material sisa), siklus hidup produk seperti ketahanan bahan baku, desain yang timeless dan netral untuk meminimalisir buaya konsumtif yang cukup kontradiktif dengan teori sustainability hingga dampak ketika masa produk telah habis dan masuk ke pembuangan akhir. Pemilihan Eboni Watch sebagai mitra juga memperkuat makna sustainable pada konsep produk ini karena Eboni Watch ini memperhatikan dampak sosial dengan memberdayakan masyarakat sekitar untuk dilatih sehingga dapat menghasilkan sebuah produk. Penggunaan recycled material pada produk daily use (jam tangan) ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang isu-isu lingkungan dan sosial. Secara overall look jam tangan ini dapat dikatakan sebagai statement pieces dengan uniknya bentuk dan siluet strap yang diambil dari bentukan biji kopi dan menggunakan warna kayu sonokeling yang netral. Tetap meng-enchance warna natural kayu sebagai point of attractions namun dengan desain yang tidak berlebihan

Sebagai salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi secara global, kopi menduduki peringkat sebagai salah satu komoditas teratas di dunia. Menurut data Visual Capitalist, Indonesia menduduki peringkat ke-4 sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia pada tahun 2020. Dengan potensi yang tinggi pada sektor ini, pertumbuhan bisnis di bidang kopi ini juga meningkat. Peningkatan yang cukup signifikan ini menimbulkan limbah bubuk kopi yang ikut meningkat. Namun belum semua tempat atau individu memiliki kesadaran akan potensi limbah bubuk kopi dan manfaatnya jika diolah dengan bijak. Hal ini dapat mengakibatkan banyak bubuk kopi yang akhirnya berakhir di tempat pembuangan akhir. Tidak dapat dipungkiri, ketika berbicara tentang industri desain produk pasti ada sisa material hasil produksi. Sangat sulit mencapai kata “zero waste”. Sehingga saya melihat potensi untuk memperkecil lagi limbah yang nantinya hanya berakhir di tempat pembuangan akhir, dan menaikkan value dari limbah sisa yang nantinya akan diolah dengan kemajuan teknologi dan keterampilan craftmanship. Berkenaan dengan tema IFCA 2023 yaitu Neighbourhood Spirit, saya melihat peluang berkolaborasi dengan PT Eboni Sri Gemahloji (Eboni Watch) sebagai mitra yang memiliki kemampuan dan pengalaman matang dalam memproduksi desain jam tangan. Dan mitra lain yaitu coffeeshop sekitar Klaten (28 coffee, Kiwa Dimsum, etc) untuk mendapatkan limbah bubuk kopi yang nantinya akan diolah menjadi material baru. Melihat skala bisnis dan pengalaman/jangka waktu berbisnis dari kedua mitra, saya cukup percaya diri dengan keberlanjutan desain yang dirancang. Selain itu, Eboni Watch ini berlokasi di Bayat, Klaten, dimana penduduk sekitar IKM rata-rata hanya tamatan SMP/SMA. Melihat kondisi ini, perlu adanya pemberdayakan SDM sekitar, yang akan menghasilkan SDM yang terampil dalam salah satu bidang misalnya produksi. Sehingga perancangan produk ini tidak hanya terbatas pada realisasi produk, namun dapat mengoptimalkan pemanfaatan baik sumber daya alam, dan sumber daya manusia setempat. Bagian body jam tangan ini menggunakan material baru yang saya hasilkan dari mencampurkan limbah bubuk kopi menggunakan bio-resin. Proses pembentukan jam ini menggunakan mesin cnc yang telah dimiliki dan digunakan sehari hari oleh mitra (Eboni Watch). Siluet pada produk cenderung rounded, tidak ada garis yang tegas, identik dengan target usernya yang adalah wanita. Sedangkan bagian strap dari jam tangan ini saya memanfaatkan material kayu sisa dan memanfaatkan teknologi lasser cutting sehingga mendapatkan ukuran yang presisi. dilanjut dengan me-roundedkan ujung-ujung komponen kayu pada strap menggunakan mesin belt sander. bentukan ini terinspirasi dari siluet biji kopi. pemilihan material kayu sonokeling pun mendukung kemiripan warna kayu dengan nuansa coklat gelap dari kopi ini sendiri. Untuk dudukan kaca/penanda jam, juga tidak melenceng dari konsep awal yaitu rounded. desain ini diambil dari eksisting produk yang telah dimiliki mitra (Eboni Watch) dan terbukti best seller atau dengan kata lain bentukan dari penanda jam ini banyak di minati pasar. Pada bagian jarum jam juga eksisting produk yang telah dipakai oleh mitra. Pemilihan bentukan kaca yang cembung di dukung oleh konsep rounded sehingga akan lebih menarik dan mendukung tema dari pada kaca flat.

Tahun:

Indonesia Fashion and Craft Awards 2023

Kategori:

Fesyen

Alamat:

Billymoon blok E/11

Produk

Re-do You

figure
figure