Banyu Biru mengusung konsep adalah Upcycling, dimana saya merancang tas multifungsi berbahan kain Jeans bekas dan Limbah Tas Kresek (Plastik Press) sebagai langkah untuk mengurangi sampah atau limbah jeans yang ada saat ini. Bagian Atas : bermotifkan kain perca yang di susun seperti gelombang sebagi representatif air yang tercemar, bagian Tengah disusun dengan kain jeans dengan motif polos dan bagian bawah yang menggunakan kain Jeans Gelap sebagai penegas bentuk dan bagian dasar dari tas. Bagian Dalam Tas ini menggunakan Plasik hasil press limbah taskresek yang olah secara kreatif sehingga menghasilkan motif yang tak sama (one of kind). Perbaikan berupa pemilihan material baru (plastic) yang kuat, tahan lama dan ringan serta penambahan fungsi/bentuk, yang semula hanya 2 bentuk menjadi 4 bentuk ( Totebag, Backpack, Slim Bag, Totebag Plastik). Kami telah menjalin kerjasama dengan Nool Upcyle Bali sebagai pemasok material plastic serta penjahit difabel Annika Linden Center untuk rajutan pada motif Jeans.
Peningkatan jumlah permintaan akan jeans membuat produksi jeans meningkat secara pesat yang mengakibatkan produksi jeans meningkat secara signifikan. peningkatan tersebut secara tidak langsung mengakibatkan banyaknya produsen yang memproduksi limbah cair dari proses pewarnaan jeans yang ternyata cukup berbahaya . namun kerena minimnya pengolahan dan kontol mengakibatkan banyak produsen yang membuang limbahnya langsung ke alam tanpa diolah lebih lanjut, sehingga muncullah banyak pencemaran lingkungan akibat limbah air dr pabrik pabrik jenas tersebut sehingga berdampak buruk bagi lingkungan. selain itu pola thrifting saat ini tengah menjadi trend dimasyarakat indonesia yang turut meningkatkan impor pakaian bekas dr luar negeri ke Indonesia, sehingga dapat menimbulkan banyaknya sampah dan limbah pakaian di Indonesia termasuk Jenas dalam bentuk celana mapun lainnya.
Indonesia Fashion and Craft Awards 2023
Fesyen
Jl Gatot Subroto 1 Utara GG Merta Nadi No 2 Denpasar
Produk